Waiting For You chapter 1
Author : Kindran RaudatyCast : - Oh Sehun
- Park Rae Sun as You
Supporting cast : - Zhang Yixing a.k.a Lay
- Kim Jeyoo
Genre : Romance, Littel sad
Lengh : chapter
summary : ingatlah janjimu yang dulu!
Author Pov
10 tahun yang lalu
“Sehun-ah jangan lari terlalu cepat, aku tak dapat mengejarmu.” Raesun berlari mengejar Sehun, karena kalian sedang bermain kejar-kejaran disuatu lapangan. “Tidak mau weeee :p palli kejar aku dasar kaki pendek. HAHAHA.” sehun meledek raesun sambil memeletkan lidahnya. Tapi tiba-tiba BUGH!Raesun terjatuh.
“yak! Raesun-ah gwencana?” Tanya Sehun.
“pabo kakiku sakit, sudahku bilang jangan berlari” Jawab Raesun sembari memegang lututnya yang sakit.
“mianahe, sini ku bantu.” Sehun membopong RaeSun ke kursi dipinggir lapangan. Sehun dengan telaten mengobati lutut Raesun yang sakit. “Sehun-ah aku ingin bertanya.” Ujar Raesun.
“waeyo?” Tanya Sehun. “Apa besok dan seterusnya kita akan bersama?” Tanya Raesun.
“hmm… tentu.” Jawab Sehun dengan semangat sambil tersenyum. “Jinja?” Sehun hanya membalas dengan anggukan kepala yang mantap. “Kalau begitu besok aku jemput kau dirumahmu.” Ujar Raesun. “Ne!”ucap Sehun dengan senyum
Keesokkan harinya Raesun bangun pagi-pagi demi bertemu dengan Sehun. “eomma aku pergi.” Ujar Raesun sembari menghampiri ibunya yang sedang berada di dapur. “eoh kau tidak sarapan?” Tanya eomma Raesun “Ani.” Kemudian Raesun berjalan keluar rumah. Raesun terus melangkah dengan sangat riang untuk kerumah Sehun tanpa memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi dikemudian. Ketika sampai dirumah Sehun, Raesun melihat truk besar yang sedang mengangkut barang-barang yang ada didalam rumah Sehun. “Ahjussi mau dibawa kemana barang-barang ini?” Tanya Raesun kepada ayah Sehun yang baru saja keluar dari rumah. “Kami sekeluarga akan pergi ke Jepang dan menetap disana. Kau ingin bertemu Sehun?” saat itu Raesun benar-benar kaget mendengar ucapan yang terlontar dari ayah Sehun. “eh.. ne ahjussi aku ingin bertemu dengannya.” Jawab Raesun
“Sehun-ah Raesun ingin bertemu denganmu!”ucap appa sehun. tidak lama kemudian Sehun datang dengan wajah yang murung. Tanpa bicara Sehun menarik tangan Raesun ke tanah lapang yang biasa tempat Raesun bermain dengannya.
“kau-“ Sehun memotong ucapan Raesun.
“Aku akan kembali, aku janji kepadamu.” Ujar Sehun
“kapan?”
“Entahlah. Tapi aku janji aku akan kembali padamu dan bukan kembali untuk menjadi sahabat tapi lebih dari sekedar sahabat.”
***
20 tahun
kemudianRaesunPOV
“Raesun-ah cepat bangun hari ini kau ada mata kuliah. Raesun-ah palliwa!” aish eomma tidak tahu apa kalau aku masih ngantuk, runtukku dalam hati. Dengan terpaksa kubuka mataku perlahan. “Ne eomma!”
“pagi eomma!” sapaku pada eomma yang sedang mempersiapkan sarapan untuk kami. “pagi saying. Ini roti isi selai coklat untukmu.” Eomma memberikan setumpuk roti selai coklat kepadaku. “gomawo.” Selesai aku sarapan, aku bergegas untuk berangkat sekolah dengan naik bus. Selalu dan selalu aku melihat dan menatap rumah yang kosong tak berpenghuni. Sehun. Yatuhan kapan dia kembali memenuhi janjinya? Aku merindukannya. Sangat merindukannya.
***
BUGH! “appo Jeyoo-ah” tak sengaja sahabatku menabrakku yang sedang berjalan kearahnya. “Mianhae Raesun tapi pagi ini aku ada berita bagus.” Ujar Jeyoo. “berita apa?” tanyaku penasaran. “Hari ini ada siswa baru dari Cina dan dia sangat tampan.”
“Cih berlebihan sekali kau, seperti tidak pernah melihat wajah tampan saja.” Sungutku.
“Memang benar!”
“Memangnya kau sudah melihatnya?” tanyaku.
“Sudah!” Mwo? Kapan dia lihat? Uh dasar anak ini kalau tentang pria pasti sangat cepat, tapi kalau masalah pelajaran bagaikan komputer keluaran tahun 70an.
“Raesun-ah lihat-lihat itu orangnya!” kupalingkan wajahku kearah yang Jeyoo tunjuk. Omo! Sepertinya aku kenal dengan wajah ini, apa dia ?. Ah aku yakin tidak. Tidak mungkin dia.
Deg
Ketika mata kami saling berpandangan, adea rasa sesuatu yang hilang telah datang kembali. Tapi, itu tidak mungkin dia. Tuhan.. ottokhe?
Sehun POV
Hari ini aku kembali lagi ketanah air tanah air dimana aku dibesarkan, ya walaupun aku bukan asli Korea tetapi aku sangat suka dengan negeri ini. Tapi, dimana kelasku? Ah sungguh banyak sekali wanita-wanita yang menghampiriku. Serasa akulah yang paling tampan disini dan bagaikan idola. Berhubung aku bingung untuk mencari kelas, kuputuskan untuk memalingkan wajahku dan…
Deg
Apakah itu benar dia?
Ketika pandanganku beralih kesudut lorong, ku lihat seorang wanita yang kurasa aku mengenalnya. Tapi, sepertinya… tidak! Tidak untuk sekarang.
Author POV
Raesun masuk kedalam kelasnya dan tidak disangka-sangka Sehun juga satu kelas dalam mata pelajaran yang sama dengan Raesun. Pandangan Raesun tak dapat Raesun hindari dari dirinya, Raesun selalu menatapnya tapi tidak dengan Sehun. Dia sama sekali tidak melihat kearah Raesun. 5 menit kemudian dosen pun datang. “Anyeong, pagi ini kita kedatangan mahasiswa baru. Silahkan perkenalkan dirimu.” Ujar dosennya. Sehun pun maju untuk memperkenalkan diri. “Anyeong Sehun Imnida.”sambil membungkukkan badannya.
***
Setelah perkenalan itu dan hingga saat ini Raesun masih terpaku tidak percaya kalau itu benar-benar Sehun. Raesun dan jeyoo pergi ke kantin dan Sehun pun ada disana. Raesun bertekad untuk menemuinya dan bertanya langsung, namun ketika 10 langkah lagi tiba-tiba saja hatinya berkata lain dan Raesun mengurungkan niatnya tersebut. Raesun merasa takut jika Sehun melupakannya. Raesun memilih duduk disebrang meja Sehun bersama Jeyoo. Raesun terus perhatikan lekuk wajah Sehun dan sembari meminum lemon tea nya, menurutnya banyak sekali yang berubah dari wajah Sehun. Dia lebih tinggi dan tentu lebih tampan.
“yak! Raesun kau tidak mendengarkanku ya?” omo! Aku tidak memperhatikan apa yang Jeyoo katakana. “Mianhae jeyoo-ah. Ne ne aku dengar.” Ucapnya.
“Ah sudahlah, yaampun habis ini kita ada jam. Palliwa!”
***
Jam kuliahku pun habis dan aku ingin sekali secepatnya pulang kerumah untuk
menhilangkan penatku ini. Tapi tiba-tiba saja Jeyoo menarik lenganku. “Aku
ingin bertanya sesuatu padamu.” Ujar Jeyoo.Sekarang kami berada ditaman belakang kampus kami. “Apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku penasaran. “Sebenarnya ada hubungan apa kau dengan Sehun?” Tanya Jeyoo. “Hahaha pertanyaan konyol macam apa itu?” tanyaku. “Hanya pertanyaan selintas saja. Tetapi aku benar-benar sanksi denganmu kali ini. Dari tadi saat pelajaran pertama, ka uterus memperhatikannya kemudian saat dikantin, kau ingin menemuinya kan? Eoh?”
“hmm apa penting hal ini kuceritakan padamu?”
“Ne. tentu penting. Aku sebagai sahabatmu harus mengetahui apa yang terjadi padamu.” Ujar Jeyoo.
“Baiklah. Entahlah ini benar atau tidak, tetapi aku merasa pria itu sangat mirip dengan sahabat masa kecilku. Dari wajahnya dan juga dari namanya. Eoh aku sendiri bingung dengan hal ini!” Jelasku.
“Oke. Sekarang aku mengerti dengan akar permasalahan ini. Aku puny aide untuk memecahkan permasalahan ini.”
“hah? Apa?” Tanyaku. Kemudian Jeyoo membisikkan sesuatu padaku.
“Apa itu akan berhasil?” tanyaku meragukannya.
“Tentu. Sesuai dengan drama-drama yang aku tonton, cara yang ampuh ya seperti itu. Otte?”
“Baiklah akan aku lakukan.” Jawabku pasrah.
***
Keesokkan harinya sesuai dengan rencana yang Jeyoo berikan padanya, Raesun
mencari-cari sosok Sehun dikoridor kampusnya. Tetapi sampai saat ini Raesun
belum juga melihatnya. Kemudian Raesun berjalan lagi sampai ke perpustakaan dan
BINGO! Sehun sedang berdiri didepan Perpustakaan dengan teman-temannya. Dalam
hatinya Raesun terus berdoa agar tidak ada hal yang buruk yang akan menimpannya.
Satu dua tiga Tap. Raesun sudah tepat berada dibelakang Sehun. Raesun mencoba
untuk menghembuskan napasnya perlahan sebelum kau menyentuh pundak Sehun.“ne ada apa?” Sehun berbalik kearah Raesun. Ada sedikit gurata keanehan diwajah Sehun yang Raesun lihat.
Tidak. Jangan sekarang, yatuhan. Batin Sehun.
“Sehun-ah. Emm” tiba-tiba mulut Raesun terasa kaku untuk menyampaikan sepatah kata lagi kepada Sehun. Sehun terus memperhatikanRaesun dan begitu juga teman-temannya yang lain. “ada sesuatu yang ingin-“ Raesun bagaikan manusia yang sedang berbohong dengan seseorang, sangat sulit sekali bagi Raesun untuk berbicara dihadapan Sehun. “Hey apa yang ingin kau bicarakan?” Celetuk salah satu teman Sehun.
“Cepat bicarakan kami tidak ada waktu.” Celetuknya lagi.
“Ba…baik. Emm aku hanya ingin… memperkenalkan diri saja. Naneun Raesun imnida. Bangapsemnida.” Hening. Tiba-tiba saja ledakan tawa dari teman-Sehun lah yang memecah keheningan. “HAHAHAHAHA hanya itu yang ingin kau bicarakan? Hah kau membuag-buang waktu saja. Sehun palliwa kita ada jam kuliah sebentar lagi.” Finally Sehun pun pergi meninggalkan Raesun yang sedang meruntukki dirinya sendiri atas kebodohannya dihadapan Sehun. Namun disisi lain.
Untung saja. Terima kasih Tuhan.
Jeyoo menghampiri Raesun dengan wajah kesalnya. “Bagaimana kau ini! Mengapa kau terlihat seperti itu dihadapan Sehun? Seharusnya kau bilang yang sudah aku rencanakan.” Protes Jeyoo. “Mianhae tapi aku tidak bisa. Tiba-tiba saja mulutku ini tidak dapat bicara dihadapannya. Aku sendiri bingung pada diriku.” Ujar Raesun
“Kau bodoh Raesun-ah.”
“Enak saja! Coba kau yang merasakan ketika ada diposisiku tadi. Pasti kau akan mersakan hal yang sama.” Protesnya balik.
“Tentu tidak bodoh.”
“Yak!”
***
Ketika Raesun hendak keluar gerbang, lagi-lagi Jeyoo menghampirinya dan
menariknya ke taman belakang sekolah.
“yak mau apa kau bawa ku ke-“ Raesun tidak bisa berkata apapun lagi ketika Raesun
melihat Sehun seorang diri duduk ditaman tersebut. “ini waktumu. Fighting!” Raesun
langkahkan kakinya dengan tergesa-gesa, Raesun terus berdoa agar semua energy
keberanianya dapat terkumpul saat Raesun bicara pada Sehun. Tepat dibelakangnya
kini. Raesun telan perlahan salivamu agar mampu untuk bicara padanya –Sehun-. “Sehun-ah.”
Satu kata yang sukses membuat Sehun beralih menatap Raesun. Tatapan yang
membuat mabuk semua orang yang melihatnya. “ne?”“Sehun ada yang ingin kubicarakan.” Ujar Raesun mantap.
“Apa?” perlahan-lahan tangan Raesun merogoh kedalam tas selempangnya dan berusaha mencari sesuatu. YAP! Setelah Raesun merasa benda yang Raesun harapkan sudah ketemu, perlahan-lahan Raesun perlihatkan kepada Sehun. “Apa kau masih mengingat ini?”
TBC
mianhae kalo ffnya ada yang gak nyambung^^
